Rabu, 15 Maret 2017

MEDIA GRAFIS DAN PRESENTASI



MAKALAH
MEDIA GRAFIS DAN PRESENTASI
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN PAI












JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

PONTIANAK

2015/2016





BAB I
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti “tengah,” perantara; atau pengantar. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan.
Gearlack dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Atwi Suparman (1997) mendefinisikan, media merupakan alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. (Fathurrohman,Pupuh & M.Sobry Sutikno.2007:65)
B.     Jenis-jenis Media Grafis
Media grafis biasanya disebut sebagai media visual. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber kepenerima pesan, selain itu media grafis juga berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pengertian media grafis/visual adalah gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan kedalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan.
Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.(Muhammad Rahman dan Sofan Amri.2013:153)
Banyak sekali jenis media grafis, beberapa diantaranya ialah;
1.      Gambar/Foto
Merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana.
2.      Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail.

3.      Diagram
Suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara besar. Diagram pada umumnya berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
4.      Bagan/Chart
Merupakan suatu penyajian diagramatik. Dimana bagan dapat diartikan sebagai  suatu lambang visual untuk mengikhtiarkan, membandingkan dan mempertentangkan kenyataan.
5.      Grafik
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
6.      Kartun
Suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara  dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.
7.      Poster
Poster sangat penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru dari suatu perusahaan, untuk mengikuti program keluarga berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster. Posrer dapat dibuat diatas kertas, kain, batang kayu, seng dan semacamnya. Pemasangannya bisa dikelas, diluar kelas, ditepi jalan, dan dimajalah. Ukurannya bermacam-macam, tergantung kebutuhan. Namun secara umum, poster yang baik hendaklah:
1.      Sederhana
2.      Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
3.      Berwarna
4.      Slogannya ringkas dan jitu
5.      Tulisannya jelas
6.      Motif dan disain bervariasi   

8.      Peta dan Globe
Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi bumi yang diperkecil. Sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi.
9.      Papan Flanel
Papan flanael adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gamnbar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, dikelas-kelas permulaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pula untuk menempelkan huruf dan angka-angka.
10.  Papan Buletin
Papan buletin ini berbeda dengan papan flanel. Papan ini tidak dilapisi kain planel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Berbagai jenis media grafis yang diuraikan didepan (gambar, poster, sketsa, diagram, Chart) dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain itu, papan buletin dapat dibuat dari pesan-pesan verbal tertulis seperti karangan-karangan (anak-anak) berita, feature, dan sebagainya.
(Arief S.Sadiman dkk.1984:29-49)
C.    Jenis-jenis Media Presentasi
Media presentasi  biasa disebut juga dengan media audio visual. Audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralaan seperti tape recorder, hampir tidak diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu, tersedia juga materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemmpuan siswa. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa kemana-mana, dan karena tape recorder dapat menggunakan baterai, maka ia dapat digunakan dilapangan atau ditempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik. Kaset tape audio dapat pula dimanfaatkan untuk pelajaran dan tugas dirumah. Ini kemunkinan karena hampir semua siswa memiliki mesin radio tape. (Azhar, Arsyad.2015:141-142)
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk:
1.      Untuk mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar. 
2.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
3.      Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa.
4.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan untuk sesuatu masalah.
Banyak sekali jenis media grafis, beberapa diantaranya ialah;
a.       Radio dan tape
Penggunaan media audio dalam pembelajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media ini dapat digunakan dalam semua fase pembelajaran mulai dari pengantar atau pembukaan ketika memperkenalkan topik bahasan sampai kepada evaluasi hasil belajar siswa. Penggunaan media ini sangat mendukung sistem pembelajaran tuntas. Siswa yang belajarnya lamban dapat memutar kembali dan mengulangi bagian-bagian yang belum dikuasainya. Dilain pihak siswa yang dapat belajar dengan cepat bisa maju terus sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya.
Langkah-langkah menggunakan materi pelajaran sebagai berikut:
1.      Mempersiapkan diri. Guru merencanakan dan menyiapkan diri sebelum penyajian  materi. Salah satu cara mempersiapkan diri sebelumnya adalah dengan memeriksa dan mencobkan materi itu, membuat catatan tentang hal-hal penting yang tercakup dalam materi audio itu dan menentukan apa yang akan digunakan untuk membangkitkan minat, perhatian, dan motivasi siswa, bagian mana yang akan menjadi bahan utama diskusi dan yang mana dijadikan penilaian pemahaman siswa.
2.      Membangkitkan kesiapan siswa. Siswa dituntut agar memiliki kesiapan untuk mendengar, misalnya dengan cara memberikan komentar awal dan pertanyaan-pertanyaan. (Azhar, Arsyad.2015:142-143)
3.      Mendengarkan materi audio. Tuntun siswa untuk menjalani pengalaman mendengar dengan waktu yang tepat atau dengan sedikit penundaan antara pengantar dan mulainya proses mendengar. Dorong siswa untuk mendengarkan dengan tenang, pusatkan perhatian kepada materi audio, mendengarkan dengan pikiran terbuka dan dengan kemauan, dan dengan sadar menghubungkan apa yang didengar dengan pertanyaan-pertanyaan yang dibahas sebelum progam ini dimulai.
4.      Diskusi (membahas) materi program audio.
5.      Menindaklanjuti program.
b.      Slade dan suara
Gabungan slide (film bingkai) Dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia yang paling mudah diproduksi. Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna mengimformasikan atau mendorong lahirnya respons emosional.
(Azhar, Arsyad.2015:144-146)















Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2015. Media Pembelajaran. Jakarta:Rajawali Pers
Pupuh, Fathurrohman & M.Sutikno, Sobry. 2007. Strategi Belajar Mengajar Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung. Refika Aditama
Rahman, Muhammad & Amri, Sofan. 2013. Strategi & Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Surabaya, Prestasi Pustaka
Sadiman, S. Arief dkk. 1984. Media Pendidikan. Jakarta, PT Raja Grafindo persada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar