MAKALAH
MEDIA
GRAFIS DAN PRESENTASI
DISUSUN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH MEDIA
PEMBELAJARAN PAI
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2015/2016
BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin medium
yang secara harfiah berarti “tengah,” perantara; atau pengantar. Atau
dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim
pesan kepada penerima pesan.
Gearlack dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara
garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun suatu kondisi
yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Atwi Suparman (1997) mendefinisikan, media merupakan alat yang digunakan
untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.
Dalam aktivitas pembelajaran, media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang
dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara
pendidik dengan peserta didik. (Fathurrohman,Pupuh & M.Sobry Sutikno.2007:65)
B. Jenis-jenis Media Grafis
Media grafis biasanya disebut
sebagai media visual. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari
sumber kepenerima pesan, selain itu media grafis juga berfungsi untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang
mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan. Saluran
yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pengertian media grafis/visual
adalah gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan kedalam
suatu bentuk yang dapat divisualisasikan.
Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk termasuk
media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.(Muhammad Rahman dan Sofan Amri.2013:153)
Banyak sekali jenis media grafis, beberapa diantaranya ialah;
1.
Gambar/Foto
Merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum
yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana.
2.
Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan
bagian-bagian pokoknya tanpa detail.
3.
Diagram
Suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol,
diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara besar. Diagram pada
umumnya berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks
sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
4.
Bagan/Chart
Merupakan suatu penyajian diagramatik. Dimana bagan dapat diartikan
sebagai suatu lambang visual untuk
mengikhtiarkan, membandingkan dan mempertentangkan kenyataan.
5.
Grafik
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau
gambar. Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara
teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa
yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
6.
Kartun
Suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk
menyampaikan sesuatu pesan secara dan
ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian
tertentu.
7.
Poster
Poster sangat penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia
mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang melihatnya.
Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru dari suatu
perusahaan, untuk mengikuti program keluarga berencana atau untuk menyayangi
binatang dapat dituangkan lewat poster. Posrer dapat dibuat diatas kertas,
kain, batang kayu, seng dan semacamnya. Pemasangannya bisa dikelas, diluar
kelas, ditepi jalan, dan dimajalah. Ukurannya bermacam-macam, tergantung
kebutuhan. Namun secara umum, poster yang baik hendaklah:
1.
Sederhana
2.
Menyajikan satu ide dan untuk
mencapai satu tujuan pokok
3.
Berwarna
4.
Slogannya ringkas dan jitu
5.
Tulisannya jelas
6.
Motif dan disain bervariasi
8.
Peta dan Globe
Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi bumi yang diperkecil. Sehingga
menyerupai dari bentuk aslinya. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk
menyajikan data-data dan lokasi.
9.
Papan Flanel
Papan flanael adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan
pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel
ini dapat dilipat sehingga praktis. Gamnbar-gambar yang akan disajikan dapat
dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain
gambar, dikelas-kelas permulaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan
flanel ini dipakai pula untuk menempelkan huruf dan angka-angka.
10.
Papan Buletin
Papan buletin ini berbeda dengan papan flanel. Papan ini tidak dilapisi
kain planel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan.
Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk
memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
Berbagai jenis media grafis yang diuraikan didepan (gambar, poster, sketsa,
diagram, Chart) dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain
itu, papan buletin dapat dibuat dari pesan-pesan verbal tertulis seperti
karangan-karangan (anak-anak) berita, feature, dan sebagainya.
(Arief S.Sadiman dkk.1984:29-49)
C. Jenis-jenis Media Presentasi
Media presentasi biasa disebut juga dengan media audio visual.
Audio visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau.
Sekali kita membeli tape dan peralaan seperti tape recorder, hampir tidak
diperlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat dihapus setelah digunakan dan
pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu, tersedia juga materi audio
yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemmpuan siswa. Audio
dapat menampilkan pesan yang memotivasi. Audio tape recorder juga dapat dibawa
kemana-mana, dan karena tape recorder dapat menggunakan baterai, maka ia dapat
digunakan dilapangan atau ditempat-tempat yang tak terjangkau oleh listrik.
Kaset tape audio dapat pula dimanfaatkan untuk pelajaran dan tugas dirumah. Ini
kemunkinan karena hampir semua siswa memiliki mesin radio tape. (Azhar, Arsyad.2015:141-142)
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih
banyak, materi audio dapat digunakan untuk:
1.
Untuk mengembangkan keterampilan
mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
2.
Mengatur dan mempersiapkan
diskusi atau debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada
jauh dari lokasi.
3.
Menjadikan model yang akan ditiru
oleh siswa.
4.
Menyiapkan variasi yang menarik
dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan
untuk sesuatu masalah.
Banyak sekali jenis media grafis, beberapa diantaranya ialah;
a.
Radio dan tape
Penggunaan media audio dalam
pembelajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media ini dapat
digunakan dalam semua fase pembelajaran mulai dari pengantar atau pembukaan
ketika memperkenalkan topik bahasan sampai kepada evaluasi hasil belajar siswa.
Penggunaan media ini sangat mendukung sistem pembelajaran tuntas. Siswa yang
belajarnya lamban dapat memutar kembali dan mengulangi bagian-bagian yang belum
dikuasainya. Dilain pihak siswa yang dapat belajar dengan cepat bisa maju terus
sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya.
Langkah-langkah menggunakan materi pelajaran sebagai berikut:
1.
Mempersiapkan diri. Guru
merencanakan dan menyiapkan diri sebelum penyajian materi. Salah satu cara mempersiapkan diri
sebelumnya adalah dengan memeriksa dan mencobkan materi itu, membuat catatan
tentang hal-hal penting yang tercakup dalam materi audio itu dan menentukan apa
yang akan digunakan untuk membangkitkan minat, perhatian, dan motivasi siswa,
bagian mana yang akan menjadi bahan utama diskusi dan yang mana dijadikan
penilaian pemahaman siswa.
2.
Membangkitkan kesiapan siswa.
Siswa dituntut agar memiliki kesiapan untuk mendengar, misalnya dengan cara
memberikan komentar awal dan pertanyaan-pertanyaan. (Azhar, Arsyad.2015:142-143)
3.
Mendengarkan materi audio. Tuntun
siswa untuk menjalani pengalaman mendengar dengan waktu yang tepat atau dengan
sedikit penundaan antara pengantar dan mulainya proses mendengar. Dorong siswa
untuk mendengarkan dengan tenang, pusatkan perhatian kepada materi audio,
mendengarkan dengan pikiran terbuka dan dengan kemauan, dan dengan sadar
menghubungkan apa yang didengar dengan pertanyaan-pertanyaan yang dibahas
sebelum progam ini dimulai.
4.
Diskusi (membahas) materi program
audio.
5.
Menindaklanjuti program.
b.
Slade dan suara
Gabungan slide (film bingkai) Dengan tape audio adalah jenis sistem
multimedia yang paling mudah diproduksi. Media pembelajaran gabungan slide dan
tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan
pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna mengimformasikan atau mendorong
lahirnya respons emosional.
(Azhar, Arsyad.2015:144-146)
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar.
2015. Media Pembelajaran.
Jakarta:Rajawali Pers
Pupuh,
Fathurrohman & M.Sutikno, Sobry. 2007. Strategi
Belajar Mengajar Strategi Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman
Konsep Umum dan Konsep Islami. Bandung. Refika Aditama
Rahman,
Muhammad & Amri, Sofan. 2013. Strategi
& Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Surabaya, Prestasi Pustaka
Sadiman, S.
Arief dkk. 1984. Media Pendidikan.
Jakarta, PT Raja Grafindo persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar