Rabu, 15 Maret 2017

media grafis dan persentasi



MEDIA GRAFIS DAN MEDIA PRESENTASI
MATA KULIAH MEDIA PEMBELAJARAN PAI















PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
TAHUN 20I7








A.      Latara Belakang
Dengan berkembangnya teknologi yang sedemikian canggih, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh teknologi ini berpengaruh juga pada dunia pendidikan.  Metode ceramah yang selama ini diamalkan oleh para tenaga pengajar lambat laun, mulai ditinggalkan. Para tenaga pengajar  mulai memanfaatkan teknologi yang di cetus oleh para penemu yang dapat memudahkan semua kalangan untuk lebih mudah mengerjakan suatu pekerjaan.
Hadirnya teknologi , memberikan kemudahan bagi tenaga pengajar untuk menyampaikan materi  pelajaran dengan lebih mudah. Seperti halnya contoh, proyektor yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dan juga internet yang memudahkan para peserta didik untuk mencari hal-hal yang terkadang sulit ditemukan.
Hal ini sangatlah evisien bila digunakan untuk metode pembelajaran. Acuan ini adalah suatu terobosan baru yang memudahkan tenaga pendidik dan juga peserta didik. Bisa dibilana dunia pendidikan kini telah memasuki era  media. Dalam sistem pembelajaran saat ini, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pesan. Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut komunikasi dua arah bahkan komunikasi dua arah.
Dalam kondisi pembelajaran media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektifitas ppencapaian tujuan pembelajaran. Artinya proses pembelajaran akan terjadi apabilaada komunikasi antara penerima pesan dan dengan sumber/penyalur pesan lewat media trsebut. Sesuai dengan teknologi pendidikan, maupun teknologi  pembelajaran serta peralatan-peralatan yang semakin canggih lebih, lebih pada kegiatan pembelajaran saat ini yang menekankan pada keterampilan pada proses dan aktif mempraktekkan pesan yang disampaikan seorang tenaga pendidik pada peserta didik.
Dalam perkembangannya teknologi ini sudah sangat membantu menyampaikan materi pembelajaran lebih mudah. Pengaruhnya berdampak pada bebrapa spekulasi, dapat memudahkan penyampaian, lebih menarik dari pada media ceramah yang selama ini belansung sejak dunia pendidikan dimuat dalam formalitas kehidupan di dinunia pendidikan.
B.       Pengertian Media
Kata “Media” berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari“medium”, secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for Educationand Communication Technology (AECT), mengartikan kata media sebagai segalabentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses informasi. National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapatdimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.
Sedangkan Heinich, dkk (1982) mengartikanistilah media sebagai “the term refer to anything that carries information between asource and a receiver”. Perlu dikemukakanpula bahwa kegiatan pembelajaran adalah suatu proseskomunikasi. Dengan kata lain, kegiatan belajar melalui media terjadi bila adakomunikasi antar penerima pesan dengan sumber lewat medi tersebut. Namun proses komunikasi itu sendiri baru terjadi setelah ada reaksi balik (feedback). Berdasarkan uraian di atas maka secara singkat dapat dikemukakan bahwa media pembelajaran itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar.
C.      Fungsi dan Manfaat Media
Dalam usaha untuk memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar Edgar Dale(1969) dalam bukunya “Audio visual methods in teaching” Edgar Dale membuatklasifikasi menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak.Dalam kaitannya dengan fungsi media pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut ini:
1.      Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2.      Sebagai salah satu komponen yang saling berhubungan dengan komponen lainnya     dalamrangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
3.      Mempercepat proses belajar. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
4.      Mengkongkritkan yang abstrak sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.
Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa (Hamalik, 1986). Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa, yaitu: Yang pertama dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. Kedua makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. Kedua metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata, dan yang keempat siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati, mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan. Manfaat media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.      Menyamakan Persepsi Siswa. Dengan melihat objek yang sama dan konsisten maka siswa akan memiliki persepsi yang sama.
2.      Mengkonkritkan konsep-konsep yang abstrak. Misalnya untuk menjelaskan tentang sistem pemerintahan, perekonomian, berhembusnya angin, dan sebagainya. bisa menggunakan media gambar, grafik atau bagan sederhana.
3.      Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar. Misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau film tentang binatang binatang buas, gunung meletus, lautan, kutup utara dll.
4.      Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil. Misalnya guru akan menyampaikan gambaran mengenai sebuah kapal laut, pesawat udara, pasar, candi, dan sebagainya. Atau menampilkan objek-objek yang terlalu kecil seperti bakteri, virus, semut, nyamuk, atau hewan/benda kecil lainnya.
5.      Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat. Dengan menggunakanteknik gerakan lambat (slow motion) dalam media film bisa memperlihatkan tentang lintasan peluru, melesatnya anak panah, atau memperlihatkan suatu ledakan. Demikian juga gerakan-gerakan yang terlalu lambat seperti pertumbuhan kecambah, mekarnya bunga wijaya kusumah dan lain-lain.

D.      Klasifikasi Media
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat memisahkan danmengklasifikasi mediadalam lima kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media audio, media audio visual diam, dan media audio visual gerak.
Proses yang dipakai untuk menyajikan pesan, apakah melalui penglihatan langsung,proyeksi optik, proyeksi elektronik atau telekomunikasi. Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji,yaitu:
1.      Grafis, bahan cetak, dan gambar diam.
2.      Media proyeksi diam.
3.      Media audio.
4.      Media audio visual diam.
5.      Media Audio visual hidup/film,
6.      Media televisi, danMulti media.


E.       Perencanaan Penggunaan Media
       Heinich, Molenda, dan Russel (1982) dalam bukunya “Instructional Media and The New Technologies of Instructions” menyusun suatu model prosedural yang diberi nama akronim “ASSURE”. Model ASSURE ini dimaksudkan untuk menjamin penggunaan media pembelajaran yang efektif. Model yang diakronimkan dengan ASSURE itu meliputi 6 langkah dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media, yaitu: Analyze Learner Characteristics, State Objectives, Select, Modify Or Design Materials, utilize materials, require learner response, evaluate. Menganalisis Karakteristik Learner, Tujuan Negara, Pilih, Modify Atau Desain Bahan, memanfaatkan bahan, membutuhkan respon peserta didik, evaluasi.

1.      Identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa
Sebuah perencanaan media didasarkan atas kebutuhan (need), Salah satu indikator adanya kebutuhan yaitu kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yangkita inginkan agar dapat dikuasai siswa.
2.      Perumusan Tujuan
Media pembelajaran harus dibuat sedemikian rupa sehingga akan membantu dan memudahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
3.      Memilih, Merubah dan Merancang Media Pembelajaran
Untuk membuat media yang tepat bagi kegiatan pembelajaran biasanya akanmeliputi salah satu dari tiga kemungkinan yaitu:
a.    Memilih media pembelajaran yang sudah tersedia.
b.    Merubah media yang sudah ada.
c.    Merancang pembuatan media yang baru.
4.      Perumusan Materi
Materi berkaitan dengan substansi isi pelajaran yang harus diberikan. Sebuah program media di dalamnya haruslah berisi materi yang harus dikuasai siswa.
5.      Pelibatan siswa
Situasi belajar yang paling efektif adalah situasi belajar yang memberikan kesempatan siswa merespon dan terlibat dalam pembelajaran. Oleh karena itu siswa harus dilibatkan semaksimal mungkin dalam pemanfaatan penggunaan media.
6.      Evaluasi (Evaluation)
Tujuan evaluasi media pembelajaran adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media, memberikan informasi untuk kepentingan administrasi, dan untuk memperbaiki media itu sendiri.

F.     Prinsip Pengembangan dan Produksi Media
Menurut Mukminan untuk mengembangkan media pembelajaran perlu diperhatikan prinsip VISUALS, yang dapat digambarkan sebagai singkatan dari kata-kata:
Visible             : Mudah dilihat
Interesting       : Menarik
Simple             : Sederhana
Useful                         : Isinya berguna/bermanfaat
Accurate          : Benar (dapat dipertanggungjawabkan)
Legitimate       : Masuk akal/sah
Structured       : Terstruktur/tersusun dengan baik

E.  Penggunaan Media Musik Dalam Pembelajaran
Musik sebagai sarana pembelajaran yang mungkin merupakan cara yang banyak dipilih oleh sebagian orang. Musik merupakan gabungan instrumen, melodi yang menyatu dengan lirik. Terkadang musik bukan hanya sebagai media pembelajaran, namun musik jugamerupakan media perantara.

Musik dapat membuat konsentrasi seseorang menjadi lebih rileks, tenang, dan juga lebih fokus.Mungkin hal inilah yang membuat beberapa orang itu memilih untuk menggunakan musik sebagai media pembelajaran.Berbagai macam manfaat yang terdapat dalam aliran suara (musik). Sudah banyak orang-orang yang mungkin mengetahui hal ini, namun mereka tidak begitu memperdulikan manfaat yang sesungguhnya.
Pihak yang sebut saja sedikit perduli dengan hal ini mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, contoh yang paling dekat dengan kita adalah media pembelajaran anak-anak yang dalam bentuk nyanyian penyanyi cilik atau sebagainya. Melalui media pembelajaran ini seorang anak kecil akan lebih tertarik dengan sebuah musik dibandingkan mereka sengaja dipaksa untuk belajar. Melalui musik mereka dapat bernyanyi sekaligus otomatis mereka hafal nyanyian yang mereka sukai. Secara tidaklangsung mereka sudah belajar tanpaadapaksaan secara langsung yang mungkin saja membuat mereka tidak menyukainya.Musik dapat lebih membantu untuk mengaktifkan kerja otak kanan manusia. Seperti yang kita ketahui otak kanan merupakan hal penunjang dalam segi kepintaran. Benar saja ketika kita menggunakan media musik sebagai media pembelajaran, otak kita terasa mengalir begitu saja, mungkin alasan inilah yang menyebabkannya.

Namun ketika otak kita sudah mencapai titik kejenuhan, kita dapat memutar musik yang membuat suasana menjadi lebih santai dan rileks. lasan-alasan inilah yang membuat musik menjadi andalan yang tepat sebagai media pembelajaran. Disamping itu juga musik dapat membantu kita untuk menenangkan suasana yang ada dengan pilihan musik yang tepat pula. Dapat disimpulkan musik sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang kerja otak kita.

G.      Kesimpulan
Berbagai jenis media pembelajaran yang dapat memudahkan tenaga pendidik sebagai alat penyelur pesan kepada peserta didik. Dalam hal ini penyeluran suatu pesan yang  dapat memberikan nuansa kereatifitas yang tinggi, akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikia media pembelajaran adalah sebuah bentuk intrumen penyalur informasi yang aktual yang dapat memusatkan kefokusan peserta didik menyerap pesan yang disampaikan oleh tenaga pendidik.

Pengembangan media pembelajaran hendaknya memenuhi prinsip VISUALS(Visible, Interesting, Simple, Useful, Accurate, Legitimate, Structured) dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media. Jenis-jenis media yang dapat disiapkan atau dikembangkan dalampembelajaran di antaranya meliputi, media visual yang tidak diproyeksikan, media visual yang diproyeksikan, media audio, dan multimedia. Media akan menjadi lebih hidup, menarik dan menghibur dengan memasukkan unsur music.










DAFTAR PUSTAKA
Degeng, I Nyoman Sudana. (1993) Media Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang.
Hamalik, O, (1994) Media Pendidikan, cetakan ke-7. Bandung: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti.
Mukminan, (2008) Pengembangan Media Pembelajaran. Universitas Negeri Yokyakarta.
Sudjana, N. & Rivai, A. (1992). Media Pengajaran. Bandung. Penerbit CV. Sinar BaruBandung.
Trini Prastati dan Prasetya Irawan (2001) Media sederhana.Jakarta. PAU-PPAI.
http://ictarsip.sitekno.com/article/65362/musik-sebagai-media-pembelajaran-oleh-vidia-widyanti-tabitha-sitohang.html



1 komentar:

  1. Wynn Las Vegas - MapYRO
    Wynn Hotel Las Vegas is a 성남 출장안마 luxury hotel and casino located on the Las Vegas 밀양 출장마사지 Strip 영천 출장마사지 in Paradise, Nevada. 순천 출장마사지 The hotel features an amber reflection of the 여주 출장안마 desert landscape

    BalasHapus