MEDIA GRAFIS DAN MEDIA PRESENTASI
MATA KULIAH MEDIA
PEMBELAJARAN PAI
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
TAHUN
20I7
A.
Latara
Belakang
Dengan
berkembangnya teknologi yang sedemikian canggih, tidak dapat dipungkiri bahwa
pengaruh teknologi ini berpengaruh juga pada dunia pendidikan. Metode ceramah yang selama ini diamalkan oleh
para tenaga pengajar lambat laun, mulai ditinggalkan. Para tenaga pengajar mulai memanfaatkan teknologi yang di cetus
oleh para penemu yang dapat memudahkan semua kalangan untuk lebih mudah
mengerjakan suatu pekerjaan.
Hadirnya
teknologi , memberikan kemudahan bagi tenaga pengajar untuk menyampaikan
materi pelajaran dengan lebih mudah.
Seperti halnya contoh, proyektor yang dapat digunakan sebagai media
pembelajaran, dan juga internet yang memudahkan para peserta didik untuk
mencari hal-hal yang terkadang sulit ditemukan.
Hal
ini sangatlah evisien bila digunakan untuk metode pembelajaran. Acuan ini
adalah suatu terobosan baru yang memudahkan tenaga pendidik dan juga peserta
didik. Bisa dibilana dunia pendidikan kini telah memasuki era media. Dalam sistem pembelajaran saat ini,
siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pesan. Dalam kondisi seperti itu,
maka terjadi apa yang disebut komunikasi dua arah bahkan komunikasi dua arah.
Dalam
kondisi pembelajaran media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
efektifitas ppencapaian tujuan pembelajaran. Artinya proses pembelajaran akan
terjadi apabilaada komunikasi antara penerima pesan dan dengan sumber/penyalur
pesan lewat media trsebut. Sesuai dengan teknologi pendidikan, maupun
teknologi pembelajaran serta
peralatan-peralatan yang semakin canggih lebih, lebih pada kegiatan
pembelajaran saat ini yang menekankan pada keterampilan pada proses dan aktif
mempraktekkan pesan yang disampaikan seorang tenaga pendidik pada peserta
didik.
Dalam
perkembangannya teknologi ini sudah sangat membantu menyampaikan materi
pembelajaran lebih mudah. Pengaruhnya berdampak pada bebrapa spekulasi, dapat
memudahkan penyampaian, lebih menarik dari pada media ceramah yang selama ini
belansung sejak dunia pendidikan dimuat dalam formalitas kehidupan di dinunia
pendidikan.
B.
Pengertian
Media
Kata “Media”
berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari“medium”, secara
harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for Educationand Communication
Technology (AECT), mengartikan kata media sebagai segalabentuk dan saluran yang
dipergunakan untuk proses informasi. National Education Association (NEA)
mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapatdimanipulasikan, dilihat,
didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk
kegiatan tersebut.
Sedangkan Heinich, dkk (1982) mengartikanistilah
media sebagai “the term refer to anything that carries information between
asource and a receiver”. Perlu dikemukakanpula bahwa kegiatan pembelajaran
adalah suatu proseskomunikasi. Dengan kata lain, kegiatan belajar melalui media
terjadi bila adakomunikasi antar penerima pesan dengan sumber lewat medi
tersebut. Namun proses komunikasi itu sendiri baru terjadi setelah ada reaksi
balik (feedback). Berdasarkan uraian di atas maka secara singkat dapat
dikemukakan bahwa media pembelajaran itu merupakan wahana penyalur pesan atau
informasi belajar.
C.
Fungsi dan Manfaat Media
Dalam usaha untuk memanfaatkan
media sebagai alat bantu mengajar Edgar Dale(1969) dalam bukunya “Audio visual
methods in teaching” Edgar Dale membuatklasifikasi menurut tingkat dari yang
paling konkret ke yang paling abstrak.Dalam kaitannya dengan fungsi media
pembelajaran, dapat ditekankan beberapa hal berikut ini:
1. Sebagai
sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2. Sebagai
salah satu komponen yang saling berhubungan dengan komponen lainnya dalamrangka menciptakan situasi belajar
yang diharapkan.
3. Mempercepat
proses belajar. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar.
4. Mengkongkritkan
yang abstrak sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.
Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat
membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa
(Hamalik, 1986). Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media
dalam proses belajar siswa, yaitu: Yang pertama dapat menumbuhkan motivasi
belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. Kedua makna
bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan
terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. Kedua metode mengajar
akan lebih bervariasi, tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal
melalui kata-kata, dan yang keempat siswa lebih banyak melakukan aktivitas
selama kegiatan belajar, tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati,
mendemonstrasikan, melakukan langsung, dan memerankan. Manfaat media pembelajaran
adalah sebagai berikut:
1. Menyamakan
Persepsi Siswa. Dengan melihat objek yang sama dan konsisten maka siswa akan
memiliki persepsi yang sama.
2. Mengkonkritkan
konsep-konsep yang abstrak. Misalnya untuk menjelaskan tentang sistem
pemerintahan, perekonomian, berhembusnya angin, dan sebagainya. bisa
menggunakan media gambar, grafik atau bagan sederhana.
3. Menghadirkan
objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan
belajar. Misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau film tentang
binatang binatang buas, gunung meletus, lautan, kutup utara dll.
4. Menampilkan
objek yang terlalu besar atau kecil. Misalnya guru akan menyampaikan gambaran
mengenai sebuah kapal laut, pesawat udara, pasar, candi, dan sebagainya. Atau
menampilkan objek-objek yang terlalu kecil seperti bakteri, virus, semut,
nyamuk, atau hewan/benda kecil lainnya.
5. Memperlihatkan
gerakan yang terlalu cepat atau lambat. Dengan menggunakanteknik gerakan lambat
(slow motion) dalam media film bisa memperlihatkan tentang lintasan peluru,
melesatnya anak panah, atau memperlihatkan suatu ledakan. Demikian juga
gerakan-gerakan yang terlalu lambat seperti pertumbuhan kecambah, mekarnya
bunga wijaya kusumah dan lain-lain.
D. Klasifikasi
Media
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat
memisahkan danmengklasifikasi mediadalam lima kelompok besar, yaitu media
visual diam, media visual gerak, media audio, media audio visual diam, dan
media audio visual gerak.
Proses
yang dipakai untuk menyajikan pesan, apakah melalui penglihatan
langsung,proyeksi optik, proyeksi elektronik atau telekomunikasi. Dengan menganalisis
media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu
format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji,yaitu:
1. Grafis,
bahan cetak, dan gambar diam.
2. Media
proyeksi diam.
3. Media
audio.
4. Media
audio visual diam.
5. Media
Audio visual hidup/film,
6. Media
televisi, danMulti media.
E. Perencanaan
Penggunaan Media
Heinich, Molenda, dan Russel (1982) dalam bukunya “Instructional Media and The New Technologies of Instructions” menyusun suatu model prosedural yang diberi nama akronim “ASSURE”. Model ASSURE ini dimaksudkan untuk menjamin penggunaan media pembelajaran yang efektif. Model yang diakronimkan dengan ASSURE itu meliputi 6 langkah dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media, yaitu: Analyze Learner Characteristics, State Objectives, Select, Modify Or Design Materials, utilize materials, require learner response, evaluate. Menganalisis Karakteristik Learner, Tujuan Negara, Pilih, Modify Atau Desain Bahan, memanfaatkan bahan, membutuhkan respon peserta didik, evaluasi.
1. Identifikasi
kebutuhan dan karakteristik siswa
Sebuah perencanaan
media didasarkan atas kebutuhan (need), Salah satu indikator adanya kebutuhan
yaitu kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yangkita inginkan agar dapat
dikuasai siswa.
2. Perumusan
Tujuan
Media pembelajaran
harus dibuat sedemikian rupa sehingga akan membantu dan memudahkan siswa untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
3. Memilih,
Merubah dan Merancang Media Pembelajaran
Untuk membuat media
yang tepat bagi kegiatan pembelajaran biasanya akanmeliputi salah satu dari
tiga kemungkinan yaitu:
a. Memilih
media pembelajaran yang sudah tersedia.
b. Merubah
media yang sudah ada.
c. Merancang
pembuatan media yang baru.
4. Perumusan
Materi
Materi berkaitan dengan
substansi isi pelajaran yang harus diberikan. Sebuah program media di dalamnya
haruslah berisi materi yang harus dikuasai siswa.
5. Pelibatan
siswa
Situasi belajar yang
paling efektif adalah situasi belajar yang memberikan kesempatan siswa merespon
dan terlibat dalam pembelajaran. Oleh karena itu siswa harus dilibatkan semaksimal
mungkin dalam pemanfaatan penggunaan media.
6. Evaluasi
(Evaluation)
Tujuan evaluasi media pembelajaran
adalah untuk memilih media pembelajaran yang akan dipergunakan dikelas, untuk
melihat prosedur penggunaan media, untuk memeriksa apakah tujuan penggunaan
media tersebut telah tercapai, menilai kemampuan guru menggunakan media,
memberikan informasi untuk kepentingan administrasi, dan untuk memperbaiki
media itu sendiri.
F. Prinsip
Pengembangan dan Produksi Media
Menurut Mukminan untuk mengembangkan media pembelajaran
perlu diperhatikan prinsip VISUALS, yang dapat digambarkan sebagai
singkatan dari kata-kata:
Visible : Mudah dilihat
Interesting
: Menarik
Simple : Sederhana
Useful
: Isinya
berguna/bermanfaat
Accurate
: Benar (dapat
dipertanggungjawabkan)
Legitimate
: Masuk akal/sah
Structured
: Terstruktur/tersusun dengan baik
E.
Penggunaan Media Musik Dalam Pembelajaran
Musik sebagai sarana pembelajaran
yang mungkin merupakan cara yang banyak dipilih oleh sebagian orang. Musik
merupakan gabungan instrumen, melodi yang menyatu dengan lirik. Terkadang musik
bukan hanya sebagai media pembelajaran, namun musik jugamerupakan
media perantara.
Musik dapat membuat konsentrasi seseorang menjadi lebih
rileks, tenang, dan juga lebih fokus.Mungkin hal inilah yang membuat beberapa
orang itu memilih untuk menggunakan musik sebagai media pembelajaran.Berbagai macam manfaat yang terdapat dalam aliran suara
(musik). Sudah banyak orang-orang yang mungkin mengetahui hal ini, namun mereka
tidak begitu memperdulikan manfaat yang sesungguhnya.
Pihak yang sebut saja sedikit
perduli dengan hal ini mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari,
contoh yang paling dekat dengan kita adalah media pembelajaran anak-anak yang
dalam bentuk nyanyian penyanyi cilik atau sebagainya. Melalui media pembelajaran
ini seorang anak kecil akan lebih tertarik dengan sebuah musik dibandingkan
mereka sengaja dipaksa untuk belajar. Melalui musik mereka dapat bernyanyi
sekaligus otomatis mereka hafal nyanyian yang mereka sukai. Secara
tidaklangsung mereka sudah belajar tanpaadapaksaan secara langsung yang mungkin
saja membuat mereka tidak menyukainya.Musik dapat lebih membantu untuk
mengaktifkan kerja otak kanan manusia. Seperti yang kita ketahui otak kanan
merupakan hal penunjang dalam segi kepintaran. Benar saja ketika kita
menggunakan media musik sebagai media pembelajaran, otak kita terasa mengalir
begitu saja, mungkin alasan inilah yang menyebabkannya.
Namun ketika otak kita sudah
mencapai titik kejenuhan, kita dapat memutar musik yang membuat suasana menjadi
lebih santai dan rileks. lasan-alasan inilah yang membuat musik menjadi andalan
yang tepat sebagai media pembelajaran. Disamping itu juga musik dapat membantu
kita untuk menenangkan suasana yang ada dengan pilihan musik yang tepat pula.
Dapat disimpulkan musik sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang kerja
otak kita.
G.
Kesimpulan
Berbagai jenis media pembelajaran yang dapat
memudahkan tenaga pendidik sebagai alat penyelur pesan kepada peserta didik.
Dalam hal ini penyeluran suatu pesan yang
dapat memberikan nuansa kereatifitas yang tinggi, akan mampu mencapai
tujuan pembelajaran. Dengan demikia media pembelajaran adalah sebuah bentuk
intrumen penyalur informasi yang aktual yang dapat memusatkan kefokusan peserta
didik menyerap pesan yang disampaikan oleh tenaga pendidik.
Pengembangan media pembelajaran hendaknya memenuhi
prinsip VISUALS(Visible, Interesting, Simple, Useful, Accurate, Legitimate,
Structured) dalam perencanaan sistematik untuk penggunaan media. Jenis-jenis
media yang dapat disiapkan atau dikembangkan dalampembelajaran di antaranya
meliputi, media visual yang tidak diproyeksikan, media visual yang
diproyeksikan, media audio, dan multimedia. Media akan menjadi lebih hidup,
menarik dan menghibur dengan memasukkan unsur music.
DAFTAR PUSTAKA
Degeng,
I Nyoman Sudana. (1993) Media Pendidikan.
Malang: FIP IKIP Malang.
Hamalik,
O, (1994) Media Pendidikan, cetakan ke-7.
Bandung: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti.
Mukminan,
(2008) Pengembangan Media Pembelajaran.
Universitas Negeri Yokyakarta.
Sudjana,
N. & Rivai, A. (1992). Media
Pengajaran. Bandung. Penerbit CV. Sinar BaruBandung.
Trini
Prastati dan Prasetya Irawan (2001) Media
sederhana.Jakarta. PAU-PPAI.
http://ictarsip.sitekno.com/article/65362/musik-sebagai-media-pembelajaran-oleh-vidia-widyanti-tabitha-sitohang.html
Wynn Las Vegas - MapYRO
BalasHapusWynn Hotel Las Vegas is a 성남 출장안마 luxury hotel and casino located on the Las Vegas 밀양 출장마사지 Strip 영천 출장마사지 in Paradise, Nevada. 순천 출장마사지 The hotel features an amber reflection of the 여주 출장안마 desert landscape