Rabu, 15 Maret 2017

Tehnik pemilihan media



MAKALAH
MEDIA PENDIDIKAN PAI
TEHNIK PEMILIHAN MEDIA












JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2017

A.      Media Jadi dan Media Rancangan
Menurut Arief S.Sadiman, dkk (2011) ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan dan terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization), dan media rancangan karena perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu (media by design). Masing-masing jenis media ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan.
Sebagaimana dikemukakan oleh Gerlach dan Ely media adalah “ A medium, conceived is any person, material or event that establishs condition which enable the lerner to acquire knowledge, skill, and attitude.” Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi dalam pengertian ini media bukan hanya perantara seperti TV, radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan. (Wina Sanjaya, 2007)
Kelebihan dari media jadi ini adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya. Sebaliknya, mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan tertentu akan memeras banyak waktu, tenaga maupun biaya karena untuk mendapatkan keandalan dan keshahihannya diperlukan serangkaian validasi prototipnya.
Kekurangan dari media jadi ialah kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan media jadi yang dapat sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan pembelajaran setempat. Mungkin, faktor waktu, tenaga, dan biaya ini dikaitkan dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang menyebabkan banyak negara berkembang memilih media jadi baik untuk diangkat secara utuh atau dengan modifikasi seperlunya, maupun diadaptasi dengan keadaan setempat.
Media jadi adalah media yang dapat langsung digunakan oleh seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, sedangkan media rancangan adalah madia yang harus terlebih dahulu dirancang agar dapat digunakan dan sesuai untuk disampaikan kapada peserta didik.
Dalam proses pembelajaran kita dapat menggunkan media jadi walaupun ada beberapa yang harus kita modifikasi agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tersebar dan mudah ditemukannya media jadi di pasaran bukan berarti media tersebut hanya dapat kita gunakan mentah-mentah, tetepi kita juga dapat mengkreasikannya dengan sesuatu yang lain agar lebih menarik dan tentunya tersampaikannya materi pembeljaran kepada peserta didik.
B.       Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
     Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah: a. Bermaksud mendemonstrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media; b. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah biasa menggunakan proyektor transparansi; c. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret; dan d. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya, misalnya untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Jadi, dasar pertimbangan untuk memilih suatu media sangatllah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhanatau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc. Connel (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah, “ If The Medium Fits, Use It!”.
     Adanya media adalah agar meteri pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik, bukan mempersulit dan membingungkan  peserta didik. Oleh sebab itu diperlukan kejelian oleh guru dalam pemilihan media agar sesuai dengan kondisi baik psikologis peserta didik dan juga kesesuain sarana dan prasarana pendukung di suatu sekolah. Semua itu akan dibahas dalam kriteria pemilihan media.
     Hal yang menjadi pertanyaan di sini adalah apa ukuran atau kriteria kesesuaian tersebut. Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah semudah pertanyaannya. Menurut Arief S.Sadiman, dkk (2011), beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa atau sasaran, jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan seterusnya), keadaan latar atau lingkungan, kondisi setempat, dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam keputusan pemilihan.
     Menurut Prof. Drs . Hartono Kasmadi M.Sc. yang dikutip oleh Harjanto (2006: 241-243) bahwa di dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: Produksi, peserta didik, isi dan Guru.
     Pembelajaran yang efektif menurut Azhar Arsyad (2007:67) memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya dikelas atas dasar pertimbangan
a.       Ia merasa sudah akrab dengan media itu.
b.      Ia merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri.
c.       Media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntutnya pada penyajian yang lebih testruktur dan terorganisir.
d.      Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret
     Ada dua pendekatan menurut Harjanto (2006) yang dapat dilakukan dalam usaha memilih media pengajaran, yakni (1) dengan cara memilih media yang telah tersedia di pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses pengajaran. Pendekatan ini sudah tentu membutuhkan biaya untuk membelinya, lagipula belum tentu media itu cocok buat penyampaian bahan pelajaran dan dengan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. (2) memilih berdasarkan kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak disampaikan.
     Menurut Ibrahim dan Nana Syaodih (2003:120-121) mengemukakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media yang tepat.
1.      Jenis kemampuan yang akan dicapai, sesuai dengan tujuan pengajaran (TIK). Sebagaimana diketahui bahwa tujuan pengajaran itu menjangkau daerah kognitif
2.      Keguanaan dari berbagai jenis media itu sendiri.
3.      Kemampuan guru menggunakan suatu jenis media.
4.      Keluwesan dan fleksibelitas dalam penggunaannya.
5.      Kesesuaian dengan alokasi waktu dan saranapendukung yang ada.
6.      Ketersediaannya.
7.      Biaya.
C.      Kriteria dan Prosedur Pemilihan Media
      Prof. Ely yang dikutip dalam Arief S. Sadiman dkk (2011:85)  dalam kuliahnya di Fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan komponen dari sistem intruksional secara keseluruhan, karena itu meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilainnya juga perlu dipertimbangkan.
      Menurut Nurhaswati (2011:54), ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam memilih media yaitu:
1.      Kesesuaian dengan Tujuan (intructional goals)
2.      Kesesuaian dengan Materi Pembelajaran (intructional content)
3.      Kesesuaian dengan Karakteristik Pembelajaran atau Siswa
4.      Kesesuaian dengan Teori
5.      Kesesuaian dengan Gaya Belajar Siswa
6.      Kesesuaian dengan Kondisi Lingkungan, Fasilitas Pendukung, dan Waktu yang Tersedia
                

































DAFTAR PUSTAKA
Arief S. Sadiman dkk. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Harjanto. 2006. Perencanaan Pembelajaran.
R. Ibrahim & Nana Syaodih. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka
            Cipta
AzharArsyad. 2007. Media Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Nurhasnawati. 2011. Media Pembelajaran, Pekanbaru: Pusaka Riau
Wina Sanjaya. (2007). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kecana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar