MAKALAH
MEDIA PENDIDIKAN PAI
TEHNIK
PEMILIHAN MEDIA
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
2017
A. Media
Jadi dan Media Rancangan
Menurut Arief S.Sadiman,
dkk (2011) ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokan menjadi dua
jenis, yaitu media jadi karena sudah merupakan komoditi perdagangan dan
terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai (media by utilization), dan
media rancangan karena perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk
maksud dan tujuan pembelajaran tertentu (media by design). Masing-masing jenis
media ini mempunyai kelebihan dan keterbatasan.
Sebagaimana dikemukakan oleh Gerlach dan Ely media
adalah “ A medium, conceived is any person, material or event
that establishs condition which enable the lerner to acquire knowledge, skill, and attitude.” Menurut Gerlach secara umum media itu
meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang
memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Jadi dalam pengertian ini media bukan hanya perantara seperti TV,
radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber
belajar atau kegiatan semacam diskusi, seminar, karyawisata, simulasi, dan lain
sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah
sikap siswa, atau untuk menambah keterampilan. (Wina Sanjaya,
2007)
Kelebihan dari media
jadi ini adalah hemat dalam waktu, tenaga dan biaya untuk pengadaannya.
Sebaliknya, mempersiapkan media yang dirancang secara khusus untuk memenuhi
kebutuhan tertentu akan memeras banyak waktu, tenaga maupun biaya karena untuk
mendapatkan keandalan dan keshahihannya diperlukan serangkaian validasi
prototipnya.
Kekurangan dari media
jadi ialah kecilnya kemungkinan untuk mendapatkan media jadi yang dapat
sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau kebutuhan pembelajaran setempat. Mungkin,
faktor waktu, tenaga, dan biaya ini dikaitkan dengan laju perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi modern yang menyebabkan banyak negara berkembang
memilih media jadi baik untuk diangkat secara utuh atau dengan modifikasi
seperlunya, maupun diadaptasi dengan keadaan setempat.
Media jadi adalah media
yang dapat langsung digunakan oleh seorang guru dalam menyampaikan materi
pembelajaran, sedangkan media rancangan adalah madia yang harus terlebih dahulu
dirancang agar dapat digunakan dan sesuai untuk disampaikan kapada peserta
didik.
Dalam proses
pembelajaran kita dapat menggunkan media jadi walaupun ada beberapa yang harus
kita modifikasi agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tersebar dan mudah
ditemukannya media jadi di pasaran bukan berarti media tersebut hanya dapat
kita gunakan mentah-mentah, tetepi kita juga dapat mengkreasikannya dengan
sesuatu yang lain agar lebih menarik dan tentunya tersampaikannya materi
pembeljaran kepada peserta didik.
B.
Dasar Pertimbangan Pemilihan Media
Beberapa
penyebab orang memilih media antara lain adalah: a. Bermaksud mendemonstrasikannya
seperti halnya pada kuliah tentang media; b. Merasa sudah akrab dengan media
tersebut, misalnya seorang dosen yang sudah biasa menggunakan proyektor
transparansi; c. Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret; dan
d. Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya, misalnya
untuk menarik minat atau gairah belajar siswa. Jadi, dasar pertimbangan untuk
memilih suatu media sangatllah sederhana, yaitu dapat memenuhi kebutuhanatau
mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc. Connel (1974) mengatakan bila
media itu sesuai pakailah, “ If The Medium Fits, Use It!”.
Adanya
media adalah agar meteri pembelajaran dapat tersampaikan kepada peserta didik,
bukan mempersulit dan membingungkan
peserta didik. Oleh sebab itu diperlukan kejelian oleh guru dalam
pemilihan media agar sesuai dengan kondisi baik psikologis peserta didik dan
juga kesesuain sarana dan prasarana pendukung di suatu sekolah. Semua itu akan
dibahas dalam kriteria pemilihan media.
Hal
yang menjadi pertanyaan di sini adalah apa ukuran atau kriteria kesesuaian
tersebut. Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah semudah pertanyaannya. Menurut
Arief S.Sadiman, dkk (2011), beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya
tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa atau sasaran,
jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan seterusnya),
keadaan latar atau lingkungan, kondisi setempat, dan luasnya jangkauan yang
ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam
keputusan pemilihan.
Menurut
Prof. Drs . Hartono Kasmadi M.Sc. yang dikutip oleh Harjanto (2006: 241-243) bahwa
di dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu:
Produksi, peserta didik, isi dan Guru.
Pembelajaran
yang efektif menurut Azhar Arsyad (2007:67) memerlukan perencanaan yang baik.
Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan
perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan
bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya dikelas atas
dasar pertimbangan
a. Ia merasa sudah
akrab dengan media itu.
b. Ia merasakan
bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada
dirinya sendiri.
c. Media yang
dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntutnya pada
penyajian yang lebih testruktur dan terorganisir.
d. Ingin
memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkret
Ada
dua pendekatan menurut Harjanto (2006) yang dapat dilakukan dalam usaha memilih
media pengajaran, yakni (1) dengan cara memilih media yang telah tersedia di
pasaran yang dapat dibeli guru dan langsung dapat digunakan dalam proses
pengajaran. Pendekatan ini sudah tentu membutuhkan biaya untuk membelinya,
lagipula belum tentu media itu cocok buat penyampaian bahan pelajaran dan
dengan kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa. (2) memilih berdasarkan
kebutuhan nyata yang telah direncanakan, khususnya yang berkenaan dengan tujuan
yang telah dirumuskan secara khusus dan bahan pelajaran yang hendak
disampaikan.
Menurut
Ibrahim dan Nana Syaodih (2003:120-121) mengemukakan beberapa faktor yang perlu
diperhatikan dalam pemilihan media yang tepat.
1.
Jenis kemampuan yang akan dicapai,
sesuai dengan tujuan pengajaran (TIK). Sebagaimana diketahui bahwa tujuan
pengajaran itu menjangkau daerah kognitif
2.
Keguanaan dari berbagai jenis media itu
sendiri.
3.
Kemampuan guru menggunakan suatu jenis
media.
4.
Keluwesan dan fleksibelitas dalam
penggunaannya.
5.
Kesesuaian dengan alokasi waktu dan
saranapendukung yang ada.
6.
Ketersediaannya.
7.
Biaya.
C.
Kriteria dan Prosedur Pemilihan
Media
Prof.
Ely yang dikutip dalam Arief S. Sadiman dkk (2011:85) dalam kuliahnya di Fakultas Pascasarjana IKIP
Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas
dari konteknya bahwa media merupakan komponen dari sistem intruksional secara
keseluruhan, karena itu meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui,
faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar,
organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur
penilainnya juga perlu dipertimbangkan.
Menurut
Nurhaswati (2011:54), ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam
memilih media yaitu:
1. Kesesuaian
dengan Tujuan (intructional goals)
2. Kesesuaian
dengan Materi Pembelajaran (intructional content)
3. Kesesuaian
dengan Karakteristik Pembelajaran atau Siswa
4. Kesesuaian
dengan Teori
5. Kesesuaian
dengan Gaya Belajar Siswa
6. Kesesuaian
dengan Kondisi Lingkungan, Fasilitas Pendukung, dan Waktu yang Tersedia
DAFTAR PUSTAKA
Arief
S. Sadiman dkk. 2011. Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Harjanto.
2006. Perencanaan Pembelajaran.
R.
Ibrahim & Nana Syaodih. 2003. Perencanaan
Pengajaran. Jakarta: Rineka
Cipta
AzharArsyad.
2007. Media Pembelajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Nurhasnawati.
2011. Media Pembelajaran, Pekanbaru: Pusaka Riau
Wina Sanjaya. (2007). Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kecana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar