Media Pembelajaran Lingkungan
makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata
kuliah
Media pembelajaran
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGUTUAN
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
2017/2018
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Media Pembelajaran Lingkungan
Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang
melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di
suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup
beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain,
range, dan environment, yang artinya kurang
lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau
sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan
ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia
dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari
unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia.
UU
Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengolahan Lingkungan Hidup pada
Pasal-1, menjelaskan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang
mempengaruhi kelangsungan perikemanusiaan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup
Lingkungan
adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi
antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan
menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu
memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat
terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Lingkungan
merupakan sumber belajar yang kaya dan menarik untuk peserta didik. Lingkungan
mana pun bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Jadi, kapan saja dan
di mana saja, ketika ada interaksi anatara pebelajar dengan sumber belajar.
Tentu saja guru bukan satu-satunya sumber belajar. Apapun, baik lingkungan,
nuansa, alat, bahan-bahan lain bisa berfungsi sebagai sumber belajar.
Belajar
pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Menurut
Slameto (2003:2) “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Hal
tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sangat penting pengaruhnya terhadap
pemerolehan siswa akan pelajaran yang sedang dipelajarinya.
Media
pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan.
Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa
pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar
Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar
pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu
dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar
kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi: Masyarakat
disekeliling sekolah, Lingkungan fisik disekitar sekolah, bahan-bahan yang
tersisa atau tidak dipakai, bahan-bahan bekas dan bila diolah dapat
dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar, serta peristiwa alam
dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Jadi, media pembelajaran
lingkungan adalah pemahaman terhadap gejala atau tingkah laku tertentu dari
objek atau pengamatan ilmiah terhadap sesuatu yang ada di sekitar sebagai bahan
pengajaran siswa sebelum dan sesudah menerima materi dari sekolah dengan
membawa pengalaman dan penemuan dengan apa yang mereka temui di lingkungan
mereka.
Oleh
sebab itu, sebagai seorang guru harus memiliki ide-ide yang kreatif dalam
menentukan lingkungan yang cocok dijadikan sebagai media pembelajaran. Dalam
menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran merupakan cara yang sangat
baik karena siswa bisa langsung melihat objek yang sedang dipelajari sehingga
memudahkan siswa untuk mengamati dan menganalisis objek tersebut secara
langsung.
B.
Jenis Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Semua lingkungan yang ada disekitar kita bisa digunakan sebagai
media pembelajaran atau sumber belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah.
lingkungan meliputi :
1.
masyarakat sekeliling sekolah
2.
lingkungan fisik di sekitar sekolah
3.
bahan-bahan yang tersisa atau tidak di pakai dan bahan-bahan bekas
yang bila di olah dapat di manfaatkan
4.
peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Dari semua lingkungan yang
dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pengajaran secara umum dapat
dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar yakni lingkungan sosial,
lingkungan alam dan lingkungan buatan.
1.
Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi
manusia dengan kehidupan bermasyarakat, seperti organisasi sosial, adat dan
kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur
pemerintahan, agama dan sistem nilai. Lingkungan sosial tepat digunakan untuk
mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dalam praktek pengajaran
penggunaan lingkungan sosial sebagai media dan sumber belajar hendaknya dimulai
dari lingkungan yang paling dekat, seperti keluarga, tetangga, rukun tetangga,
rukun warga, kampung, desa, kecamatan dan seterusnya. Hal ini disesuaikan
dengan kurikulum yang berlaku dan tingkat perkembangan anak didik.
Contoh : Dalam pelajaran Ilmu Bumi dan Kependudukan siswa diberi
tugas untuk mempelajari aspek kependudukan di rukun tetangganya. Siswa diminta
untuk mempelajari jumlah penduduknya, jumlah keluarga, komposisi penduduk
menurut umur, agama, mata pencaharian, tingkat pendidikan, peserta KB,
pertambahan penduduk dari tahun ke tahun dan lain-lain. Dalam studi ini siswa
menghubungi ketua RT dan bertanya kepadanya, disamping melihat sendiri keadaan
penduduk di RT tersebut. Hasilnya dicatat dan dilaporkan di sekolah untuk
dipelajari lebih lanjut.
Melalui kegiatan belajar seperti itu, siswa dapat lebih aktif dan
lebih produktif sebab ia mengerahkan usahanya untuk memperoleh informasi
sebanyak-banyaknya dari sumber-sumber yang nyata dan faktual. Dengan adanya
model pembelajaran yang nyata dan faktual para siswa lebih leluasa dan semangat
dalam belajar sebab, masalah sosial yang sedang mereka pelajari dapat diamati
secara cermat dan fakta mereka lihat tanpa terlalu banyak angan-angan (
perumpaan) dalam proses belajar. Dengan demikian, alangkah baiknya seorang guru
dalam mengajar apabila tentang kehidupan sosial alangkah baiknya guru mencari
lingkungan kehidupan sosial yang dapat dihubungkan dengan materi pelajaran yang
sedang di pelajari sehingga, siswa dapat secara langsung berpikir secara
objektif dalam menganalisis kehidupan sosial disekitarnya.
2.
Lingkungan Alam
Lingkungan
Alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah seperti keadaan geografis,
iklim, suhu udara, musim, curah hujan, flora (tumbuhan), fauna (hewan), sumber
daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan dan lain-lain). Aspek-aspek
lingkungan alam tersebut dapat dipelajari secara langsung oleh para siswa
melalui cara-cara tertentu. Mengingat sifat-sifat dari gejala alam relatif
tetap tidak seperti dalam lingkungan sosial, maka akan lebih mudah dipelajari
para siswa. Siswa dapat mengamati dan mencatatnya secara pasti, dapat mengamati
perubahan-perubahan yang terjadi termasuk prosesnya dan sebagainya. Gejala lain
yang dapat dipelajari adalah kerusakan-kerusakan lingkungan alam termasuk
faktor penyebabnya seperti erosi, penggundulan hutan, pencemaran air, tanah,
udara, dan sebagainya.
Dengan
mempelajari lingkungan alam diharapkan para peserta didik dapat lebih memahami
materi pelajaran di sekolah serta dapat menumbuhkan cinta alam, kesadaran untuk
menjaga dan memelihara lingkungan, turut serta dalam menanggulangi kerusakan
dan pencemaran lingkungan serta tetap menjaga kelestarian kemampuan sumber daya
alam bagi kehidupan manusia. Contoh : dalam pelajaran IPA, siswa diminta
mempelajari lingkungan alam di tempat tinggalnya. Siswa diminta mencatat dan
mempelajari suhu udaara, jenis tumbuhan, hewan, batu-batuan, kerusakan
lingkungan, pencemaran dan lain-lain. Baik secara individual maupun kelompok
para siswa akam melakukan kegiatan belajar seperti mengamati, bertanya kepada
orang lain, membuktikan sendiri atau mencobanya. Dari kegiatan tersebut siswa
akan mendapatkan pelajaran yang tidak diperolehnya di sekolah sehari-hari.
contoh lain nya yang dapat di lakukan siswa
adalah :
1. membawa
tumbuh-tumbuhan atau hewan-hewan tertentu di dalam kelas.
2. mengusahakan
koleksi rumput-rumputan dan daun-daunan, serangga, ikan dan binatang air/
3. menggunakan
batu-batuan dan kerang-kerangan . semuanya itu dapat dijadikan sumber
pengajaran.
jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat
di lakukan siswa terhadap lingkungan sekitar, baik sekolah, rumah dan lain
sebagainya. guru harus lebih kreatif dalam mengajarkan peserta didik untuk
memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sebagai sumber belajar. dan
guru harus mengontrol pekerjaan atau penelitian yang di lakukan anak di
lingkungan sekitar, jangan hanya memberikan tugas tetapi tidak memberikan
pengontrolan terhadap anak-anak didik.
3.
Lingkungan Buatan
Lingkungan yang ketiga
adalah lingkungan buatan. Kalau lingkungan alam bersifat alami, sedangkan
lingkungan buatan adalah lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun
manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Lingkungan buatan antara lain adalah irigasi atau pengairan, bendungan,
pertamanan, kebun binatang, perkebunan, penghijauan, dan pembangkit tenaga
listrik.
peserta
didik dapat mempelajari lingkungan
buatan dari berbagai aspek seperti prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya,
pemeliharaannya, daya dukungnya, serta aspek lain yang berkenaan dengan
pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya. Lingkungan
buatan dapat dikaitkan dengan kepentingan berbagai bidang studi yang diberikan
di sekolah. contohnya siswa diminta untuk menanam tumbuhan-tumbuhan atau
bunga-bunga di halaman sekolah atau di luar sekolah agar tidak terjadi banjir,
longsor dan sebagainya terutama pada lingkungan di masyarakat.
Ketiga lingkungan
tersebut dapat dimanfaatkan sekolah dalam proses belajar-mengajar melalui
perencanaaan seksama oleh para guru bidang studi di luar jam pelajaran dalam
bentuk penugasan kepada siswa atau dalam waaktu khusus yang sengaja disiapkan
pada akhir semester atau pertengahan semester. Ketika lingkungan ditempatkan
sebagai media atau sumber pada bidang studi yang relevan, maka akan memperkaya
materi pengajaran, memperjelas prinsip dan konsep yang dipelajari dalam bidang
studi dan bisa dijadikan sebagai laboratorium belajar para siswa. siswa pun tidak bosan dalam proses belajar
dan kegiatan-kegiatan tersebut akan membangkitkan semangat peserta didik dalam
menjaga lingkungan sekitar, tidak hanya belajar, meneliti tetapi hasrat
keinginan mereka untuk menjaga lingkungan pun semakin tinggi karena mereka
sendiri yang langsung berinteraksi dengan lingkungan.
C. Tujuan Lingkungan
Sebagai Media Pembelajaran
Tujuan pemanfaatan lingkungan masyarakat
sebagai sumber belajar adalah untuk mengupayakan agar terjadi proses komunikasi
atau interaksi antara sekolah khususnya para siswa dan masyarakat. Interaksi
yang baik akan menumbuhkan saling pengertian antara kedua pihak. Sehingga
miskomunikasi tidak akan terjadi. Harapannya adalah terjadinya peningkatan
relevansi antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya
pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru juga berharap siswa
akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta akan
lingkungan sekitarnya.
Dalam konteks pelajaran PAI, pemanfaatan
lingkungan sebagai media pembelajaran juga memberikan tujuan yang baik untuk
para siswa yakni agar siswa dapat menghubungkan lingkungan dengan maha kuasa
Allah yakni sifat Allah yang maha pencipta. Dengan adanya pemanfaatan
lingkungan sebagai media pembelajaran guru dapat memberi tugas kepada siswa
untuk memperhatikan lingkungannya seperti melihat adanya tumbuhan-tumbuhan dan
berbagai jenis binatang sehingga ini akan menghubungkan dengan nilai agama agar
seorang siswa bisa memiliki kepribadiaan yang bisa mencintai lingkungan dan
semakin menambah rasa keimanannya kepada Allah SWT yang telah menciptakan
segala apa yang ada dimuka bumi ini. Dengan cara untuk memberi tugas kepada
siswa untuk memperhatikan lingkungan alamnya yang indah memiliki tujuan agar
siswa dapat menambah rasa keimanannya kepada Allah sehingga mendorong siswa
untuk semangat beribadah. Selain itu juga, memiliki tujuan membentuk kepribadiaan
siswa yang peka terhadap kelestariaan dan menjaga lingkungannya.
D. Keuntungan
Dan Kelemahan Menggunakan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
membawa peserta didik
keluar kelas dalam rangka kegiatan belajar tidak terbatas waktu. Artinya tidak
selalu memakan waktu yang lama, tapi bisa saja dalam satu atau dua jam
pelajaran bergantung kepada apa yang akan dipelajari dan bagaimana cara
mempelajarinya. Pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran lebih
bermakna disebabkan para siswa dihadapkan langsung dengan peristiwa dan keadaan
yang sebenarnya secara alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual, dan
kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Banyak keuntungan yang
dapat diperoleh dari penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran, antara
lain :
1. Kegiatan belajar lebih
menarik dan tidak membosankan dibandingkan duduk di kelas selama berjam-jam,
sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi
- Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan langsung dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami
- Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga kebenarannya lebih akurat
- Kegiatan belajar lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan atau mendemonstrasikan, dan menguji fakta
- Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari sangat beraneka ragam seperti lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain
- Siswa juga lebih dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk rasa cinta akan lingkungan.
- Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan.
- Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus seperti listrik.
Dengan
memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita dapat tergugah
untuk memanfaatkan semaksimal mungkin lingkungan di sekitar
kita untuk menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan
kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak
terbatas. Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar
untuk berbagai mata pelajaran. Kita tinggal memilihnya berdasarkan
prinsip-prinsip atau kriteria pemilihan media dan menyesuaikannya dengan
tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan. .
Sedangkan kelemahan dari
penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran antara lain :
1. Tidak seperti pelajaran
dalam kelas, pelajaran diluar kelas harus disiapkan secara matang karena jika
kurang persiapan sebelumnya akan menyebabkan ada kesan main-main ketika
pelajaran berlangsung.
2. Adanya anggapan belajar
dengan lingkungan memerlukan waktu yang relatif lama, padahal pelajaran cukup
dilakukan selama beberapa menit saja kemudian dilanjutkan dikelas.
3. Banyak guru yang masih
berpandangan sempit bahwa belajar hanya dilakukan didalam kelas.
E.
Prinsip prinsip Pembuatan Media yang Memanfaatkan Lingkungan
Media-media
yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa
yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber belajar.Selain itu, ada pula
benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dulu sebelum dapat kita
pergunakan dalam pembelajaran. Media yang perlu kita buat itu biasanya
berupa alat peraga sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat
di lingkungan kita. Jika kita harus membuat media belajar semacam itu,
maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1.
Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi
penggunaannya.
2.
Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu,
terutama konsep yang abstrak.
3.
Dapat mendorong kreatifitas
siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperimen dan
bereksplorasi (menemukan sendiri)
4.
Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak
mengandung unsure yang membahayakan siswa.
5.
Dapat digunakan secara individual, kelompok dan klasikal
6.
Usahakan memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
7.
Media belajar hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru
maupun siswa
8.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih
agar mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif
murah
9.
Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat
perkembangan sasaran didik
Lingkungan
merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk
di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya.Lingkungan itu
terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan
budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar kita merupakan salah satu sumber
belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan
yang berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini
tidaklah terbatas,. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori,
yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media
pendidikan Media pembelajaran lingkunga
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi.. “Prosedur
Penelitian”. Jakarta: Rineka Cipta 2002
Arsyad Azhar, “Media Pembelajaran” , PT.Raja
Grafindo Persada, Jakarta:2006
Sudjana Nana, “Media pengajaran penggunaan dan pembuatannya”,
Sinar Baru, Bandung:1997
Asnawir, Basyiruddin Usman, “Media
Pembelajaran”, Jakarta: Ciputat Pers, 2002
Tidak ada komentar:
Posting Komentar