Rabu, 15 Maret 2017

Media Pembelajaran Lingkungan




Media Pembelajaran Lingkungan
makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Media pembelajaran













FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGUTUAN
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
2017/2018




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Media Pembelajaran Lingkungan
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia.
UU Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengolahan Lingkungan Hidup pada Pasal-1, menjelaskan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikemanusiaan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas dan produktivitas lingkungan hidup
Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku. Lingkungan merupakan sumber belajar yang kaya dan menarik untuk peserta didik. Lingkungan mana pun bisa menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Jadi, kapan saja dan di mana saja, ketika ada interaksi anatara pebelajar dengan sumber belajar. Tentu saja guru bukan satu-satunya sumber belajar. Apapun, baik lingkungan, nuansa, alat, bahan-bahan lain bisa berfungsi sebagai sumber belajar.
Belajar pada hakikatnya adalah suatu interaksi antara individu dan lingkungan. Menurut Slameto (2003:2) “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sangat penting pengaruhnya terhadap pemerolehan siswa akan pelajaran yang sedang dipelajarinya.
Media pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Oemar Hamalik (2004 : 194) dalam teorinya “Kembali ke Alam” menunjukan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2004: 195) Lingkungan (environment) sebagai dasar pengajaran adalah faktor kondisional yang mempengaruhi tingkah laku individu dan merupakan faktor belajar yang penting. Lingkungan yang berada disekitar kita dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Lingkungan meliputi: Masyarakat disekeliling sekolah, Lingkungan fisik disekitar sekolah, bahan-bahan yang tersisa atau tidak dipakai, bahan-bahan bekas dan bila diolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau alat bantu dalam belajar, serta peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Jadi, media pembelajaran lingkungan adalah pemahaman terhadap gejala atau tingkah laku tertentu dari objek atau pengamatan ilmiah terhadap sesuatu yang ada di sekitar sebagai bahan pengajaran siswa sebelum dan sesudah menerima materi dari sekolah dengan membawa pengalaman dan penemuan dengan apa yang mereka temui di lingkungan mereka.
Oleh sebab itu, sebagai seorang guru harus memiliki ide-ide yang kreatif dalam menentukan lingkungan yang cocok dijadikan sebagai media pembelajaran. Dalam menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran merupakan cara yang sangat baik karena siswa bisa langsung melihat objek yang sedang dipelajari sehingga memudahkan siswa untuk mengamati dan menganalisis objek tersebut secara langsung.  

B.     Jenis Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Semua lingkungan yang ada disekitar kita bisa digunakan sebagai media pembelajaran atau sumber belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. lingkungan meliputi :
1.      masyarakat sekeliling sekolah
2.      lingkungan fisik di sekitar sekolah
3.      bahan-bahan yang tersisa atau tidak di pakai dan bahan-bahan bekas yang bila di olah dapat di manfaatkan
4.      peristiwa alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
 Dari semua lingkungan yang dapat digunakan dalam proses pendidikan dan pengajaran secara umum dapat dikategorikan menjadi tiga macam lingkungan belajar yakni lingkungan sosial, lingkungan alam dan lingkungan buatan.
1.      Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermasyarakat, seperti organisasi sosial, adat dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur pemerintahan, agama dan sistem nilai. Lingkungan sosial tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan. Dalam praktek pengajaran penggunaan lingkungan sosial sebagai media dan sumber belajar hendaknya dimulai dari lingkungan yang paling dekat, seperti keluarga, tetangga, rukun tetangga, rukun warga, kampung, desa, kecamatan dan seterusnya. Hal ini disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan tingkat perkembangan anak didik.
Contoh : Dalam pelajaran Ilmu Bumi dan Kependudukan siswa diberi tugas untuk mempelajari aspek kependudukan di rukun tetangganya. Siswa diminta untuk mempelajari jumlah penduduknya, jumlah keluarga, komposisi penduduk menurut umur, agama, mata pencaharian, tingkat pendidikan, peserta KB, pertambahan penduduk dari tahun ke tahun dan lain-lain. Dalam studi ini siswa menghubungi ketua RT dan bertanya kepadanya, disamping melihat sendiri keadaan penduduk di RT tersebut. Hasilnya dicatat dan dilaporkan di sekolah untuk dipelajari lebih lanjut.
Melalui kegiatan belajar seperti itu, siswa dapat lebih aktif dan lebih produktif sebab ia mengerahkan usahanya untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari sumber-sumber yang nyata dan faktual. Dengan adanya model pembelajaran yang nyata dan faktual para siswa lebih leluasa dan semangat dalam belajar sebab, masalah sosial yang sedang mereka pelajari dapat diamati secara cermat dan fakta mereka lihat tanpa terlalu banyak angan-angan ( perumpaan) dalam proses belajar. Dengan demikian, alangkah baiknya seorang guru dalam mengajar apabila tentang kehidupan sosial alangkah baiknya guru mencari lingkungan kehidupan sosial yang dapat dihubungkan dengan materi pelajaran yang sedang di pelajari sehingga, siswa dapat secara langsung berpikir secara objektif dalam menganalisis kehidupan sosial disekitarnya.
2.      Lingkungan Alam
Lingkungan Alam adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah seperti keadaan geografis, iklim, suhu udara, musim, curah hujan, flora (tumbuhan), fauna (hewan), sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan dan lain-lain). Aspek-aspek lingkungan alam tersebut dapat dipelajari secara langsung oleh para siswa melalui cara-cara tertentu. Mengingat sifat-sifat dari gejala alam relatif tetap tidak seperti dalam lingkungan sosial, maka akan lebih mudah dipelajari para siswa. Siswa dapat mengamati dan mencatatnya secara pasti, dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi termasuk prosesnya dan sebagainya. Gejala lain yang dapat dipelajari adalah kerusakan-kerusakan lingkungan alam termasuk faktor penyebabnya seperti erosi, penggundulan hutan, pencemaran air, tanah, udara, dan sebagainya.
Dengan mempelajari lingkungan alam diharapkan para peserta didik dapat lebih memahami materi pelajaran di sekolah serta dapat menumbuhkan cinta alam, kesadaran untuk menjaga dan memelihara lingkungan, turut serta dalam menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan serta tetap menjaga kelestarian kemampuan sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Contoh : dalam pelajaran IPA, siswa diminta mempelajari lingkungan alam di tempat tinggalnya. Siswa diminta mencatat dan mempelajari suhu udaara, jenis tumbuhan, hewan, batu-batuan, kerusakan lingkungan, pencemaran dan lain-lain. Baik secara individual maupun kelompok para siswa akam melakukan kegiatan belajar seperti mengamati, bertanya kepada orang lain, membuktikan sendiri atau mencobanya. Dari kegiatan tersebut siswa akan mendapatkan pelajaran yang tidak diperolehnya di sekolah sehari-hari.
contoh lain nya yang dapat di lakukan siswa adalah  :
1.      membawa tumbuh-tumbuhan atau hewan-hewan tertentu di dalam kelas.
2.      mengusahakan koleksi rumput-rumputan dan daun-daunan, serangga, ikan dan binatang air/
3.      menggunakan batu-batuan dan kerang-kerangan . semuanya itu dapat dijadikan sumber pengajaran.
jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat di lakukan siswa terhadap lingkungan sekitar, baik sekolah, rumah dan lain sebagainya. guru harus lebih kreatif dalam mengajarkan peserta didik untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sebagai sumber belajar. dan guru harus mengontrol pekerjaan atau penelitian yang di lakukan anak di lingkungan sekitar, jangan hanya memberikan tugas tetapi tidak memberikan pengontrolan terhadap anak-anak didik.


3.      Lingkungan Buatan
Lingkungan yang ketiga adalah lingkungan buatan. Kalau lingkungan alam bersifat alami, sedangkan lingkungan buatan adalah lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Lingkungan buatan antara lain adalah irigasi atau pengairan, bendungan, pertamanan, kebun binatang, perkebunan, penghijauan, dan pembangkit tenaga listrik.
peserta didik  dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek seperti prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya, pemeliharaannya, daya dukungnya, serta aspek lain yang berkenaan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya. Lingkungan buatan dapat dikaitkan dengan kepentingan berbagai bidang studi yang diberikan di sekolah. contohnya siswa diminta untuk menanam tumbuhan-tumbuhan atau bunga-bunga di halaman sekolah atau di luar sekolah agar tidak terjadi banjir, longsor dan sebagainya terutama pada lingkungan di masyarakat.

Ketiga lingkungan tersebut dapat dimanfaatkan sekolah dalam proses belajar-mengajar melalui perencanaaan seksama oleh para guru bidang studi di luar jam pelajaran dalam bentuk penugasan kepada siswa atau dalam waaktu khusus yang sengaja disiapkan pada akhir semester atau pertengahan semester. Ketika lingkungan ditempatkan sebagai media atau sumber pada bidang studi yang relevan, maka akan memperkaya materi pengajaran, memperjelas prinsip dan konsep yang dipelajari dalam bidang studi dan bisa dijadikan sebagai laboratorium belajar para siswa.  siswa pun tidak bosan dalam proses belajar dan kegiatan-kegiatan tersebut akan membangkitkan semangat peserta didik dalam menjaga lingkungan sekitar, tidak hanya belajar, meneliti tetapi hasrat keinginan mereka untuk menjaga lingkungan pun semakin tinggi karena mereka sendiri yang langsung berinteraksi dengan lingkungan.
C.     Tujuan Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran
Tujuan pemanfaatan lingkungan masyarakat sebagai sumber belajar adalah untuk mengupayakan agar terjadi proses komunikasi atau interaksi antara sekolah khususnya para siswa dan masyarakat. Interaksi yang baik akan menumbuhkan saling pengertian antara kedua pihak. Sehingga miskomunikasi tidak akan terjadi. Harapannya adalah terjadinya peningkatan relevansi antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran ini guru juga berharap siswa akan lebih akrab dengan lingkungan sehingga menumbuhkan rasa cinta akan lingkungan sekitarnya.
Dalam konteks pelajaran PAI, pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran juga memberikan tujuan yang baik untuk para siswa yakni agar siswa dapat menghubungkan lingkungan dengan maha kuasa Allah yakni sifat Allah yang maha pencipta. Dengan adanya pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran guru dapat memberi tugas kepada siswa untuk memperhatikan lingkungannya seperti melihat adanya tumbuhan-tumbuhan dan berbagai jenis binatang sehingga ini akan menghubungkan dengan nilai agama agar seorang siswa bisa memiliki kepribadiaan yang bisa mencintai lingkungan dan semakin menambah rasa keimanannya kepada Allah SWT yang telah menciptakan segala apa yang ada dimuka bumi ini. Dengan cara untuk memberi tugas kepada siswa untuk memperhatikan lingkungan alamnya yang indah memiliki tujuan agar siswa dapat menambah rasa keimanannya kepada Allah sehingga mendorong siswa untuk semangat beribadah. Selain itu juga, memiliki tujuan membentuk kepribadiaan siswa yang peka terhadap kelestariaan dan menjaga lingkungannya.

D.    Keuntungan Dan Kelemahan Menggunakan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
membawa peserta didik keluar kelas dalam rangka kegiatan belajar tidak terbatas waktu. Artinya tidak selalu memakan waktu yang lama, tapi bisa saja dalam satu atau dua jam pelajaran bergantung kepada apa yang akan dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya. Pemanfaatan lingkungan sebagai media pembelajaran lebih bermakna disebabkan para siswa dihadapkan langsung dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya secara alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual, dan kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran, antara lain :
1.      Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan duduk di kelas selama berjam-jam, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi
  1. Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan langsung dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami
  2. Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga kebenarannya lebih akurat
  3. Kegiatan belajar lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara, membuktikan atau mendemonstrasikan, dan menguji fakta
  4. Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari sangat beraneka ragam seperti lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain
  5. Siswa juga lebih dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk rasa cinta akan lingkungan.
  6. Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan.
  7. Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus seperti  listrik.
Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita  dapat tergugah  untuk  memanfaatkan semaksimal mungkin  lingkungan  di sekitar kita   untuk  menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak terbatas.  Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar  untuk  berbagai mata pelajaran.  Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria  pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan  kita ajarkan. .
Sedangkan kelemahan dari penggunaan lingkungan sebagai media pembelajaran antara lain :
1.      Tidak seperti pelajaran dalam kelas, pelajaran diluar kelas harus disiapkan secara matang karena jika kurang persiapan sebelumnya akan menyebabkan ada kesan main-main ketika pelajaran berlangsung.
2.      Adanya anggapan belajar dengan lingkungan memerlukan waktu yang relatif lama, padahal pelajaran cukup dilakukan selama beberapa menit saja kemudian dilanjutkan dikelas.
3.      Banyak guru yang masih berpandangan sempit bahwa belajar hanya dilakukan didalam kelas.

E.     Prinsip prinsip Pembuatan  Media yang Memanfaatkan Lingkungan
Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber belajar.Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dulu sebelum dapat kita pergunakan dalam pembelajaran.  Media yang perlu kita buat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan  menggunakan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan kita. Jika kita harus membuat media belajar  semacam itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1.      Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.
2.      Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep yang abstrak.
3.       Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi  (menemukan sendiri)
4.      Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsure yang membahayakan siswa.
5.      Dapat digunakan  secara individual, kelompok dan klasikal
6.      Usahakan  memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
7.      Media belajar  hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru maupun siswa
8.      Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar  mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah
9.      Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik

Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya.Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas,. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan Media pembelajaran lingkunga











DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi.. “Prosedur Penelitian”. Jakarta: Rineka Cipta 2002
Arsyad Azhar, “Media Pembelajaran” , PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta:2006
Sudjana Nana, “Media pengajaran penggunaan dan pembuatannya”, Sinar Baru, Bandung:1997
Asnawir, Basyiruddin Usman, “Media Pembelajaran”, Jakarta: Ciputat Pers, 2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar