MAKALAH
Media Pembelajaran Individu
Disusun untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI
Jurusan
Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Pontianak
2017
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Media
Kata
media berasal dari bahasa latinmedius
yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa
arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima
pesan.
Media pembelajaran merupakan suatu alat untuk
mempermudah dan seabagai alat perantara bagi para pendidik untuk menyampaikan
materi belajar kepada para peserta didik. Selain itu, media pembelajaran juga
dapat mempertinggi proses belajar siswa. Media pembelajaran dapat menjadi
motivasi siswa dalam belajar mengajar, bahan yang diajarkan akan dapat lebih di
mengerti oleh para peserta didik. Media pembelajaran akan lebih bervariasi.
Ada beberapa macam media pembelajaran individual yang
dapat menjadi perantara antara peserta didik dengan pendidik.
1. Media
tanya jawab/diskusi
Jika
siswa mendengar ceramah saja, maka peserta didik akan merasangantuk dan bosan.
Lama kelamaan perhatiannya akan menurun, apalagi bila si penceramah suara dan
ucapan kata-katanya tidak menarik.
Metode diskusi adalah
suatu cara penyampaian pelajaran dimana guru bersama-sama peserta didik mencari
jalan pemecahan atas persoalan yang dihadapi. Inti dari pengertian diskusi
adalah meeting of mind. Para peserta didik dihadapkan
pada suatu masalah, dan yang didiskusikan adalah pemecahannya.Dalam pemecahan
masalah terdapat berbagai alternatif.Dari macam-macam kesimpulan jawaban yang
dikemukakan dalam diskusi perlu dipilih satu jawaban yang lebih logis dan
tepat.Jawaban ini melalui mufakat.Jawaban yang merupakan pemecahan masalah itu
mempunyai argumentasi yang kuat.
Metode tanya jawab adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran
dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh peserta didik atau
sebaliknya, baik secara lisan maupun tertulis.Dalam praktiknya, metode
tanya jawab ini dimulai dengan mempersiapkan pertanyaan yang diagkat dari bahan
pelajaran yang akan diajarkan, mengajukan pertanyaan, menilai proses tanya
jawab yang berlangsung.
Maka
dari itu untuk menciptakan kehidupan interaksi mengajar belajar perlu
menimbulkan teknik tanya jawab atau dialog.
Mengajar
dengan teknik diskusi ini berarti:
a) Kelas
dibagi menjadi beberapa kelompok
b) Dapat
mempertinggi partisipasi siswa secara individual
c) Dapat
mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan
d) Dapat
mengembangkan rasa sosial mereka satu sama lain sebab mereka bisa saling
membantu dalam memecahkan suatu masalah/persoalan dan mendorong rasa kesatuan
e) Memberi
kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat
f)
Merupakan pendekatan
yang demokratis
g) Memperluas
pandangan
h) Menghayati
kepemimpinan bersama-sama
i)
Membantu mengembangkan
kepemimpinan
Tujuan
dari teknik diskusi itu sendiri:
Pertama: Dengan diskusi siswa
didorong menggunakan pengetahuannya dan pengalamannya untuk memecahkan masalah,
tanpa selalu bergantung pada orang lain. Mungkin ada perbedaan pandangan,
sehingga memberi jawaban yang berbeda.Hal tersebut tidak jadi persoalan, asal
pendapatan tersebut logis dan mendekati kebenaran.Jadi siswa dilatih berpikir
dan memecahkan masalah sendiri.
Kedua: Siswa mampu mengeluarkan pendapatnya secara lisan, karena hal
tersebut sangat diperlikan untuk melatih kehidupan yang demokratis. Dengan
demikian siswa melatih diri untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan
tentang suatu masalah bersama.
Ketiga: Disksi memberi kemungkinan pada siswa untuk belajar
berpartisipasi dalam pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah bersama.
Seorang pemimin diskusi
dapat berperan sebagai:
a.
Pengatur lalu lintas pembicaraan
-
Mengatur duduk siswa,
agar masing-masing mereka dapat duduk dalam lingkaran atau seperti later U
(tpak kuda)
-
Bertanya kepada anggota
diskusi secara berturut-turut
-
Menjaga agar peserta
didik tidak berebut dalam berbicara
-
Mendorong yang pendiam
dan pemalu agar lebih aktif di dalam kelasnya
b.
Benteng penangkis
-mengembalikan
pertanyaan kepada kelompo diskusi bila perlu
-memberi
petunjuk bila memberi hambatan
c.
Penunjuk jalan
-memberi
petunjuk umum, tentang kemajuan yang telah di capai oleh kelompok
Ada
beberapa teknik diskusi yang perlu diperhatikan, agar pelaksanaanya bisa lancar
yaitu:
-
Instruktur harus
memahami dan menguasai sungguh-sunguhmasalah yang akan dilontarkan pada diskusi
kelompok, agar mampu menjelaskan pada siswa masalah apa yang harus dipecahkan,
dan dapat memberi petunjuk dan menuntun jalannya diskusi, bila mungkin terjadi
penyelewengan pembicaraanatau menemui jalan buntu. Sebab, semakin jelas
masalahnya, akan mudah pula menemukan jalan pemecahannya. Tetapi semakin sukar menemukan
jalan keluar, bila masalahnya sendiri menjadi kabur.
-
Instruktur harus mampu
memberi garis-garis besar pokok ersoalan yang penting, agar siswa terpimpin
dalam mengetahui dan memilih pokok-pokok soal mana yang mana harus diselesaikan
terlebih dahulu agar tidak membicarakan hal-hal yang kurang perlu atau sebagai
tambahan saja.
-
Instruktur harus mampu
mengetahui dan menangkap jawaban terhadap garis-garis besar persoalan, agar
siswa mendapat bimbingan dalam merumuskan jawaban sehingga tidak terjadi
penyimpangan dalam perumuskan jawabab itu.
-
Instruktur harus mampu
mengetahui dan menangkap jawaban yang telah di setujui bersama. Hal yang telah
disetujui bersama dapat dirumuskan sebagai kesimpulan dalam kelompok, yang akan
digunakan sebagai tumpuan pemecahan soal yang berikut, sehingga semua masal
dapat terpecahkan.
2. Media
riset (pemberian tugas)
Selain
Tanya jawab, riset juga termasuk salah satu media individual, dengan mengunakan
media riset ini.Dalam dua dekade ini perpustakaan dapat menjadi salah satu
bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah.hampir di setiap sekolah mulai dari
sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi.
Perpustakaan
disini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menjadi pusat sarana
akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupabarang cetakan
seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis
berupa monografyang belum diterbitkan, serta bahan non cetak seperti micro-fish, micro-film, foto-foto, film,
kaset, audia/video, lagu;lagu dalam piring hitam, rekaman pidato atau
dokumenter, dan lain-lain.
Pemanfaatan
perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan
sebagai berikut:
1.
Keterampilan
mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan (a) mengenal sumber
informasi dan engetahuan, (b) menentukanlokasi sumber informasi berdasarkan
system klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, (c)
menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku
tahunan, dan lain-lain.
2.
Keterampilan mengambil
intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti (a) memilih informasi yang
relavan dengan kebutuhan dan masalah, dan (b) mendokumentasikan informasi dan
sumbernya.
3.
Keterampilan
menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti (a)
memahami bahan yang dibaca, (b) membedakan antara fakta dan opini, dan (c)
menginterprestasikan informasi baik yang saling mendukung maupun yang
berlawanan.
4.
Keterampialn
menggunakan informasi, seperti (a) memanfaatkan intisari informasi untuk
mengambil keputusan dan memecahkan masalah, (b) menggunakan informasi dalam
diskusi, dan (c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
Kegiatan interaksi
belajar mengajar harus selalu ditingkatkan efektifitasnya dan efesiennya.Dengan
banyaknya kegiatan pendidikan di sekolah, dalam usaha meningkatkan mutu dan
frekuensi isi pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa untuk melaksanakan
kegiatan belajar mengajar tersebut.Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu
memberikan tugas-tugas di luar jam pelajaran. Disebabkan bila hanya menggunakan
seluruh jam pelajaran. Disebabkan bila hanya menggunakan seluruh jam pelajaran
yang ada untuk tiap mata pelajaran yang ada untuk tiap mata pelajaran hal itu
tidak mencukupi tuntutan luasnya pelajaran yang diharuskan, seperti yang
dicantumkan dalam kurikulum. Dengan demikian perlu di beri tugas-tugas, sebagai
salingan untuk variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah.
Teknik pemberian tugas
atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil
belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama
melakukan tugas.Sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih
terintegrasi.Hal itu terjadi disebabkan siswa mendalami situasi atau pengalaman
yang berbeda, waktu menghadapi masalah-masalah baru.
Hal yang perlu diingat,
bahwa semua guru pasti memberi tugas. Jadi kenyataan siswa banyak mempunyai
tugas dari beberapa mata pelajaran itu.
Akan tetapi metode tugas jangan terlalu sering digunakan agar tidak terlalu
menyita waktu siswa, dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan siswa secara wajar.
Sebab itu dalam
pelaksanaan teknik pemberian tugas dan resitasi perlu memperhatikan
langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama: Merumuskan tujuan khusu dari tugas yang
di berikan.
Kedua: Pertimbangkan betul-betul apakah
pemilihan teknik ini dapat mencapai tujuan yang telah dirumusakan dengan tepat.
Ketiga: diperlukan untuk merumuskan tugas
dengan jelas dan mudah dimengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar