Rabu, 15 Maret 2017

media pembelajaran individu



MAKALAH
Media Pembelajaran Individu
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran PAI








Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Pontianak
2017








PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latinmedius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Media pembelajaran merupakan suatu alat untuk mempermudah dan seabagai alat perantara bagi para pendidik untuk menyampaikan materi belajar kepada para peserta didik. Selain itu, media pembelajaran juga dapat mempertinggi proses belajar siswa. Media pembelajaran dapat menjadi motivasi siswa dalam belajar mengajar, bahan yang diajarkan akan dapat lebih di mengerti oleh para peserta didik. Media pembelajaran akan lebih bervariasi.
Ada beberapa macam media pembelajaran individual yang dapat menjadi perantara antara peserta didik dengan pendidik.
1.      Media tanya jawab/diskusi
Jika siswa mendengar ceramah saja, maka peserta didik akan merasangantuk dan bosan. Lama kelamaan perhatiannya akan menurun, apalagi bila si penceramah suara dan ucapan kata-katanya tidak menarik.
Metode diskusi adalah suatu cara penyampaian pelajaran dimana guru bersama-sama peserta didik mencari jalan pemecahan atas persoalan yang dihadapi. Inti dari pengertian diskusi adalah meeting of mind. Para peserta didik dihadapkan pada suatu masalah, dan yang didiskusikan adalah pemecahannya.Dalam pemecahan masalah terdapat berbagai alternatif.Dari macam-macam kesimpulan jawaban yang dikemukakan dalam diskusi perlu dipilih satu jawaban yang lebih logis dan tepat.Jawaban ini melalui mufakat.Jawaban yang merupakan pemecahan masalah itu mempunyai argumentasi yang kuat.
Metode tanya jawab adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh peserta didik atau sebaliknya, baik secara lisan maupun tertulis.Dalam  praktiknya, metode tanya jawab ini dimulai dengan mempersiapkan pertanyaan yang diagkat dari bahan pelajaran yang akan diajarkan, mengajukan pertanyaan, menilai proses tanya jawab yang berlangsung.
Maka dari itu untuk menciptakan kehidupan interaksi mengajar belajar perlu menimbulkan teknik tanya jawab atau dialog.
Mengajar dengan teknik diskusi ini berarti:
a)      Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok
b)      Dapat mempertinggi partisipasi siswa secara individual
c)      Dapat mempertinggi kegiatan kelas sebagai keseluruhan dan kesatuan
d)     Dapat mengembangkan rasa sosial mereka satu sama lain sebab mereka bisa saling membantu dalam memecahkan suatu masalah/persoalan dan mendorong rasa kesatuan
e)      Memberi kemungkinan untuk saling mengemukakan pendapat
f)                Merupakan pendekatan yang demokratis
g)      Memperluas pandangan
h)      Menghayati kepemimpinan bersama-sama
i)        Membantu mengembangkan kepemimpinan
Tujuan dari teknik diskusi itu sendiri:
Pertama: Dengan diskusi siswa didorong menggunakan pengetahuannya dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada orang lain. Mungkin ada perbedaan pandangan, sehingga memberi jawaban yang berbeda.Hal tersebut tidak jadi persoalan, asal pendapatan tersebut logis dan mendekati kebenaran.Jadi siswa dilatih berpikir dan memecahkan masalah sendiri.
Kedua:      Siswa mampu mengeluarkan pendapatnya secara lisan, karena hal tersebut sangat diperlikan untuk melatih kehidupan yang demokratis. Dengan demikian siswa melatih diri untuk menyatakan pendapatnya sendiri secara lisan tentang suatu masalah bersama.
Ketiga:      Disksi memberi kemungkinan pada siswa untuk belajar berpartisipasi dalam pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah bersama.
Seorang pemimin diskusi dapat berperan sebagai:
a.       Pengatur lalu lintas pembicaraan
-          Mengatur duduk siswa, agar masing-masing mereka dapat duduk dalam lingkaran atau seperti later U (tpak kuda)
-          Bertanya kepada anggota diskusi secara berturut-turut
-          Menjaga agar peserta didik tidak berebut dalam berbicara
-          Mendorong yang pendiam dan pemalu agar lebih aktif di dalam kelasnya
b.      Benteng penangkis
-mengembalikan pertanyaan kepada kelompo diskusi bila perlu
-memberi petunjuk bila memberi hambatan
c.       Penunjuk jalan
-memberi petunjuk umum, tentang kemajuan yang telah di capai oleh kelompok
Ada beberapa teknik diskusi yang perlu diperhatikan, agar pelaksanaanya bisa lancar yaitu:
-          Instruktur harus memahami dan menguasai sungguh-sunguhmasalah yang akan dilontarkan pada diskusi kelompok, agar mampu menjelaskan pada siswa masalah apa yang harus dipecahkan, dan dapat memberi petunjuk dan menuntun jalannya diskusi, bila mungkin terjadi penyelewengan pembicaraanatau menemui jalan buntu. Sebab, semakin jelas masalahnya, akan mudah pula menemukan jalan pemecahannya. Tetapi semakin sukar menemukan jalan keluar, bila masalahnya sendiri menjadi kabur.
-          Instruktur harus mampu memberi garis-garis besar pokok ersoalan yang penting, agar siswa terpimpin dalam mengetahui dan memilih pokok-pokok soal mana yang mana harus diselesaikan terlebih dahulu agar tidak membicarakan hal-hal yang kurang perlu atau sebagai tambahan saja.
-          Instruktur harus mampu mengetahui dan menangkap jawaban terhadap garis-garis besar persoalan, agar siswa mendapat bimbingan dalam merumuskan jawaban sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam perumuskan jawabab itu.
-          Instruktur harus mampu mengetahui dan menangkap jawaban yang telah di setujui bersama. Hal yang telah disetujui bersama dapat dirumuskan sebagai kesimpulan dalam kelompok, yang akan digunakan sebagai tumpuan pemecahan soal yang berikut, sehingga semua masal dapat terpecahkan.
2.      Media riset (pemberian tugas)
Selain Tanya jawab, riset juga termasuk salah satu media individual, dengan mengunakan media riset ini.Dalam dua dekade ini perpustakaan dapat menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah.hampir di setiap sekolah mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi.
Perpustakaan disini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menjadi pusat sarana akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupabarang cetakan seperti buku, majalah/jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monografyang belum diterbitkan, serta bahan non cetak seperti micro-fish, micro-film, foto-foto, film, kaset, audia/video, lagu;lagu dalam piring hitam, rekaman pidato atau dokumenter, dan lain-lain.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut:
1.      Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan (a) mengenal sumber informasi dan engetahuan, (b) menentukanlokasi sumber informasi berdasarkan system klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, (c) menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku tahunan, dan lain-lain.
2.      Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti (a) memilih informasi yang relavan dengan kebutuhan dan masalah, dan (b) mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
3.      Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti (a) memahami bahan yang dibaca, (b) membedakan antara fakta dan opini, dan (c) menginterprestasikan informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
4.      Keterampialn menggunakan informasi, seperti (a) memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, (b) menggunakan informasi dalam diskusi, dan (c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
Kegiatan interaksi belajar mengajar harus selalu ditingkatkan efektifitasnya dan efesiennya.Dengan banyaknya kegiatan pendidikan di sekolah, dalam usaha meningkatkan mutu dan frekuensi isi pelajaran, maka sangat menyita waktu siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tersebut.Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas di luar jam pelajaran. Disebabkan bila hanya menggunakan seluruh jam pelajaran. Disebabkan bila hanya menggunakan seluruh jam pelajaran yang ada untuk tiap mata pelajaran yang ada untuk tiap mata pelajaran hal itu tidak mencukupi tuntutan luasnya pelajaran yang diharuskan, seperti yang dicantumkan dalam kurikulum. Dengan demikian perlu di beri tugas-tugas, sebagai salingan untuk variasi teknik penyajian ataupun dapat berupa pekerjaan rumah.
Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas.Sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi.Hal itu terjadi disebabkan siswa mendalami situasi atau pengalaman yang berbeda, waktu menghadapi masalah-masalah baru.
Hal yang perlu diingat, bahwa semua guru pasti memberi tugas. Jadi kenyataan siswa banyak mempunyai tugas dari beberapa mata  pelajaran itu. Akan tetapi metode tugas jangan terlalu sering digunakan agar tidak terlalu menyita waktu siswa, dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan siswa secara wajar.
Sebab itu dalam pelaksanaan teknik pemberian tugas dan resitasi perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
Pertama:         Merumuskan tujuan khusu dari tugas yang di berikan.
Kedua:           Pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik ini dapat mencapai tujuan yang telah dirumusakan dengan tepat.
Ketiga:           diperlukan untuk merumuskan tugas dengan jelas dan mudah dimengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar